Kata Mutiara

17 04 2008

waktu kami acra di indosat pusat jakarta

Setitik kasih membuat kita sayang,

seucap janji membuat kita percaya,

sekecil luka membuat kita kecewa,

tapi sebuah persahabatan akan bermakna abadi selamanya.

Masjid adalah pasar akhirat,

buku adalah teman setia sepanjang usia,

amal baik adalah penghibur dalam kubur,

akhlak yang baik adalah mahkota kemuliaan,

kemurahan hati adalah pakaian yang paling indah,

perjalan yang paling mulia adalah perjalan menuju kemasjid,

hati yang paling indah adalah sayang,

cinta terasa lebih bermakna apa bila cinta sesama makhluk diatas restu Ilahi.

Disaat engkau tertidur lelap,

sadarlah ada cinta yang menantimu,

saat engkau melangkah, ketahuilah bahwa ada seseorang

yang mendambakanmu dan saat engkau terbangun,

dengarlah kicauan burung-burung pagi yang membawa rinduku padamu.

Alaskan bantal tidurmu dengan kejujuran

Rebahkan tubuhmu di atas tilam keikhlasan

Selimutkan dirimu dengan kesabaran

Semoga lenamu berada dalam keimanan

Ukhuwah adalah telaga bagi bathin yang rindu cinta sejati,

tempat jiwa berlabuh untuk saling menguatkan, memberi dan berbagi.

Di dalamnya ada lantunan syahdu ketulusan do’a untuk saudaranya.

Bila hati secerah awan, jangan biarkan ia mendung.

Bila hti sejernih air, jangan biarkan ia keruh.

Bila hati seindah bulan hiasilah ia dengan keimanan.

Langit tampak indah karena adanya pelangi.

Taman tampak elok karena adnya bunga,

Persahabatan tampak indah karena adanya senyuman.

Cinta lebih bermakna karena adanya pengorbanan.

Terpuruk diriku dalam renungan kesedihan

Hari lalu penuh kenangan pedih menyayat hati, hari ini ingin ku tempuh hidup baru

dalam edisi kehidupanku

Semoga takkan terulang segala kepedihan itu.

Melalui angin ku kirimkan rasa rinduku,

Melalui laut kuceritakan harapanku,

Melalui langit dan awan kugambarkan keinginanku,

Melalui do’a ku sampaikan moga kita bahagia dunia dan akhirat. Amin





Do’a dalam Tangisku

12 04 2008

Dalam kegeheningan malam teringat sosok yang yang selalu menyayangi saya, yaitu ibu saya, sekarang dia lagi tinggal dikampung,,Mama Do’akan anakmu yang lagi mengadu nasib di Rantau Orang,,Do’a Mu Mama sangat ku tunggu,,Insya Allah Do’a Mama Di Hizabah oleh Allah SWT..Amin





Untaian Kasih Sayang dari Seorang Ibu

10 04 2008

Rasa Rindu kepada Orang Tua

Hampir setahun saya berada di Bogor, rasanya sudah satu abad lamanya.

Kenapa Demikian ?

Kan itu yang terlintas dibenak kita, Mengapa terjadi demikian karena banyak hal-hal yang kita hadapi tidak seperti yang kita bayangkan menimpa.

Contoh :

Biasa kita dirumah kadang banyak teman-teman kita, semisal teman sekolah, teman sekampung dan sampai teman seantar kota, namun disini tidak sama dengan yang biasa saya rasakan, hidup disini ibarat cara bahasa Gaulnya : Siapa sich Elho, Emang Gw pikirinnn. Itukan tandanya tidak ada rasa mau kenal atau mau dijadikan teman. Memang saya maklum banyak kejanggalan-kejanggalan atau kejadian-kejadian yang aneh, maklum kota Githu lho,,, Waspada sich boleh-boleh aja,,,Tapi kan tidak boleh berburuk sangka kepada orang lain,,, Setelah merasakan hidup dikota, Emang kek Gini kehidupan di Kota ? Itu juga yang terlintas dibenak saya, Ya sudahlah. Ya Allah ya Tuhanku berikan aku ketabahan hati dalam menghadapi hidup ini.

Terkadang saya teringat kepada Ibu saya, dalam saya bekerja atau dalam kegiatan lainnya. Memang kasih sayang Ibu selalu teringat dan terbayang walau dimanapun kita berada.

Diwaktu saya membaca Al-Qur’an tanpa saya sadari air mata saya berlinang menyertai teringat kasih sayangnya bunda kepada kita.





Tentang Saya

10 04 2008

Sejarah Singkat Perjalanan Saya

Di Bulan Juli ada berita bahwasanya abang saya ada talk show di Medan Sumatera Utara, dalam acara Zikir Akbar Sumatera Utara. Orang tua saya ingin menyerahkan saya kepada anak dari kakaknya tersebut. Sedangkan orang tua dari kakak saya biasa disapa disana abang, berada dirumah anaknya yakni dikota Subulussalam dalam acara Khitanan cucunya yang berada disana. Disitulah Orang tua saya dan Orang tua dari abang saya berdialog tentang saya, “ Bisa ngga’ anak saya ikut ama anak kamu ke bogor”

Dan diwaktu itu juga saya dikasih tahu agar bersiap-siap berangkat kebogor melalui Bandara Polonia Medan ke Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta Jakarta.

Sebelumnya saya adalah Orang Kampung yang sering disebut di ujung Sumatera, yang bernama Desa Runding, Kecamatan Runding, Kota Subulussalam. Nanggroe Aceh Darussalam. Orang tua saya langsung menyerahkan saya kepada orang tua dari abang saya kalau panggilan saya kepada orang tua dari abang saya yakni Mami dan Ma’ uan. Sementara Abang saya itu adalah orang yang sudah lama tinggal dibogor dan sekarang anaknya III (tiga) yakni Perempuan tiga-tiganya. Kami bersama-sama berangkat ke Medan untuk bertemu dengan Abang saya pas pada waktu itu Talk Show disana dan Alhamdulillah setelah acara selesai kami bersama-sama kerumah sanak saudaranya yang berada dikota Medan tersebut. Setelah dua hari menginap di Medan, pas pada tanggal 3 Juli kami berangkat kejarta dan selanjutnya kebogor bersama abang saya. Alhamdulillah kami berangkat ketujuan dengan selamat dan tidak ada kendala sedikitpun.

Tujuan saya dibawa ke Bogor adalah tiada lain dan tiada bukan adalah untuk dibina menjadi orang yang benar, berguna bagi Nusa dan Bangsa.

Inilah untuk sementara Sejarah Singkat Perjalanan Saya.





Indahnya Hidup dalam Kesendirian

9 04 2008

Kepada saudara saya yang dalam status anak rantau, moga kita dapat menjaga diri, akhlak dan perilaku kita dalam hidup di Rantau Orang ini dan semoga kita sukses dalam menjalani hidup.





Kenikmatan Hidup Di Tanah Rantau

9 04 2008

Hampir satu tahun saya berada Di Kota yang dijuluki Kota Hujan dan Kota seribu angkot ini, Alhamdulillah banyak cobaan, kesedihan dan tangis yang selalu menyertaiku. Tapi, demi cita-cita dan harapan saya untuk membahagiakan orang tua saya dan sanak saudara dikampung, saya bersungguh-sungguh untuk menghadapi hidup di Kota yang lumayan besar ini.








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.